Fungsi SEO Dalam Analisa Pasar

Digital marketing meliputi tiga wilayah kerja utama, yaitu e-publishing, data analysis, dan SEO. Ketiganya ditopang oleh setidaknya empat bidang khusus, yakni graphic design, programming, statistics, copywriting. Data analysis merupakan cabang kerja lain dan terlampau rinci untuk ditangani seluruhnya oleh digital marketing yang harus selalu up to date per hari bahkan per jam. 

Karena digital marketing harus selalu up to date dengan perubahan pasar/market, maka data yang dipakai selalu bersifat aktual dan riil. Digital marketing tidak melakukan survey, tetapi semacam polling suara yang didapat dari pasar yang kemudian dilakukan perhitungan matematis sehingga dapat dipakai untuk strategi pemasaran online.  Analoginya, survey suara calon pemilih dan polling suara pemilih dalam ajang Pemilu. Survey diadakan sebelum pemilihan, sedangkan polling setelah pemilihan. Tingkat akurasi polling pasti mendekati hasil pemungutan suara sebenarnya atau di atas 90%. Inilah perbedaan mendasar digital marketing dan model marketing konvensional atau lama yang menggunakan kuesioner, angket, atau survey untuk menjajaki pasar.  Dan, dari berbagai fungsi SEO dalam digital marketing diantaranya ialah penampilan data tentang posisi bisnis suatu bidang usaha dan kompetitornya. Posisi bisnis itu mutlak untuk diketahui agar terdeteksi sejauh apa perubahan suatu usaha, maju atau malah alami kemunduran. Data kompetitor pun syarat terjadinya persaingan usaha. Tanpa persaingan usaha, bisnis akan lesu, stagnan atau tidak berkembang. Semisal di satu mall, terdapat lima pengusaha penjual produk makanan. Jenis makanan yang dijual itu sama, yakni Bakso. Bagaimana menilai usaha yang terlaris di antara mereka? Apa yang menjadi faktor usahanya laris? Berapa pengunjung mall yang tertarik membeli produknya? Dan, berapa bagian dari seluruh pengunjung mall yang tertarik membeli Bakso? Padahal, pengunjung mall selalu berubah baik jumlah kuantitas dan kualitas atau ketertarikannya.  Seperti itulah gambaran peran digital marketing dalam menggunakan SEO untuk analisa market. Lebih lanjut dipermudah melalui simulasi tabel di bawah ini.

Tabel di atas menunjukkan data posisi bisnis Warung Bakso Urat Pak Jenggot. Dari pengunjung mall sejumlah 1000 orang, ternyata yang tertarik kepada penjual bakso hanya 25%. Dan, dari 25% itu yang berminat ke Warung Pak Jenggot hanya 2,5%. Tabel juga menunjukkan pesaing Warung Pak Jenggot yang terbesar ialah Warung Bakso Malang, disusul Warung Maknyus. Sedangkan, Warung Bakso Urat Mercon tidak terlalu menimbulkan persaingan usaha karena jumlah perebutan suaranya sedikit. 

Fungsi ini hanya dapat diperoleh oleh usaha yang melakukan bisnis online menggunakan inhouse website. Dan, website wajib dikelola dengan standar SEO yang benar sehingga memperoleh peringkat di mesin pencari (Google) dengan traffic atau jumlah pengunjung yang terus bertambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *